Showing posts filed under Uncategorized

Pidato Presiden RI mengenai Dinamika Hubungan Indonesia-Malaysia

by Muhammad Asri on 06:34 AM, 07-May-12

header.jpgPIDATO
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI
DINAMIKA HUBUNGAN INDONESIA–MALAYSIA
Jakarta, 1 September 2010


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan saya banggakan,
Malam ini, saya ingin memberikan penjelasan kepada rakyat Indonesia mengenai hubungan Indonesia–Malaysia. Marilah kita mengawalinya dengan melihat perkembangan dan dinamika hubungan kedua negara, salah satu hubungan bilateral Indonesia yang paling penting.

Hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki cakupan yang luas, yang semuanya berkaitan dengan kepentingan nasional, kepentingan rakyat kita.

Pertama, Indonesia dan Malaysia mempunyai hubungan sejarah, budaya dan kekerabatan yang sangat erat dan mungkin yang paling erat dibanding negara-negara lain, dan sudah terjalin selama ratusan tahun. Kita mempunyai tanggung jawab sejarah, untuk memelihara dan melanjutkan tali persaudaraan ini.

Kedua, hubungan Indonesia dan Malaysia adalah pilar penting dalam keluarga besar ASEAN. ASEAN bisa tumbuh pesat selama empat dekade terakhir ini, antara lain karena kokohnya fondasi hubungan bilateral Indonesia-Malaysia.

Ketiga, ada sekitar 2 juta saudara-saudara kita yang bekerja di Malaysia, di perusahaan, di pertanian, dan di berbagai lapangan pekerjaan. Ini adalah jumlah tenaga kerja Indonesia yang terbesar di luar negeri. Tentu saja keberadaan tenaga kerja Indonesia di Malaysia membawa keuntungan bersama, baik bagi Indonesia maupun Malaysia.

Sementara itu, sekitar 13,000 pelajar dan mahasiswa Indonesia belajar di Malaysia, dan 6,000 mahasiswa Malaysia belajar di Indonesia. Ini merupakan asset bangsa yang harus terus kita bina bersama, dan juga modal kemitraan di masa depan.

Wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia adalah ketiga terbesar dengan jumlah 1,18 juta orang, dari total 6,3 juta wisatawan mancanegara. Investasi Malaysia di Indonesia 5 tahun terakhir (2005-2009) adalah 285 proyek investasi, berjumlah US$ 1.2 miliar, dan investasi Indonesia di Malaysia berjumlah US$ 534 juta. Jumlah perdagangan kedua negara telah mencapai US$ 11,4 Miliar pada tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia–Malaysia sungguh kuat.

Namun, hubungan yang khusus ini juga sangat kompleks. Hubungan ini tidak bebas dari masalah dan tantangan. Ada semacam dalil diplomasi, bahwa semakin dekat dan erat hubungan dua negara, semakin banyak masalah yang dihadapi.

Contoh masalah dan tantangan yang kita hadapi adalah menyangkut tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Kita tahu bahwa keberadaan 2 juta tenaga kerja Indonesia di Malaysia, disamping memberikan manfaat bersama, juga memunculkan kasus-kasus di lapangan yang harus terus kita kelola. Oleh karena itulah, sejak awal, saya berupaya keras untuk memperjuangkan hak-hak Tenaga Kerja Indonesia, antara lain menyangkut gaji dan waktu libur, memberikan perlindungan hukum, dan mendirikan sekolah bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia.

Dalam kunjungan saya yang terakhir ke Malaysia, kita telah berhasil mencapai kesepakatan, mengenai pemberian dan perlindungan Hak bagi tenaga kerja kita di Malaysia. Berkaitan dengan permasalahan hukum yang dihadapi oleh tenaga kerja Indonesia di Malaysia, pemerintah aktif melakukan langkah-langkah pendampingan dan advokasi hukum, untuk memastikan saudara-saudara kita mendapatkan keadilan yang sebenar-benarnya.

Selain masalah TKI dan perlindungan WNI, kita juga kerap menjumpai masalah yang terkait dengan perbatasan kedua negara. Masalah ini memerlukan pengelolaan yang serius dari kedua belah pihak.

Karena itulah, menyadari kepentingan bersama ini, saya dan Perdana Menteri Malaysia sering berkomunikasi secara langsung, di samping forum konsultasi tahunan yang kami lakukan, untuk memastikan bahwa isu-isu bilateral ini dapat kita kelola dan carikan jalan keluarnya dengan baik.

Saudara-saudara sekalian,
Akhir-akhir ini, hubungan Indonesia Malaysia kembali diuji dengan terjadinya insiden di seputar perairan Pulau Bintan pada tanggal 13 Agustus 2010 yang lalu. Berhubung insiden ini menjadikan perhatian yang luas dari kalangan masyarakat Indonesia, pada kesempatan ini, saya ingin memberikan penjelasan tentang duduk persoalan yang sesungguhnya, dan langkah-langkah tindakan yang diambil oleh pemerintah kita.

Sejak saya menerima laporan mengenai insiden ini tanggal 14 Agustus 2010 pagi, saya langsung memberikan berbagai instruksi. Pertama, saya minta agar ketiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan segera dikembalikan dalam keadaan selamat. Kedua, saya juga memerintahkan untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden tersebut.

Segera setelah itu, Menko Polhukam dan Menteri Luar Negeri melakukan tindakan-tindakan cepat, untuk mengelola penanganan insiden tersebut dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Terhadap insiden ini, kita semua sangat prihatin, dan saya ingin agar masalah ini segera di selesaikan secara tuntas, dengan mengutamakan langkah-langkah diplomasi. Saya ingin mengatakan bahwa sejak terjadinya kasus ini pemerintah telah bertindak. Sistempun telah bekerja.

Saya juga menekankan bahwa masalah seperti ini harus diselesaikan secara cepat, tegas dan tepat, karena berkaitan dengan kepentingan nasional kita. Memelihara hubungan baik dengan negara sahabat, apalagi dengan Malaysia, sangat penting. Tetapi, tentu kita tidak bisa mengabaikan kepentingan nasional, apalagi jika menyangkut kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Dalam kaitan ini, saya telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Malaysia, yang intinya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya insiden tersebut. Saya juga mendorong agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri telah memanggil Duta Besar Malaysia di Jakarta untuk menyampaikan nota protes. Menteri Luar Negeri juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Malaysia. Dalam perkembangannya, alhamdulillah, ke-3 petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan itu kini telah kembali ke tanah air.

Berkaitan dengan ketiga petugas KKP tersebut, Pemerintah Indonesia menerima informasi tentang perlakuan yang tidak patut yang dialami oleh mereka. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia meminta penjelasan atas kebenaran informasi itu. Melalui jalur diplomasi, diperoleh informasi bahwa Pemerintah Malaysia saat ini sedang melakukan investigasi atas masalah perlakukan terhadap tiga petugas KKP tersebut.

Saudara-saudara,
Yang jelas, di masa depan, insiden seperti ini harus kita cegah, agar tidak terus menimbulkan permasalahan di antara kedua negara. Upaya ini bisa kita lakukan dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah di antara Malaysia dan Indonesia, serta bentuk-bentuk koordinasi dan kerjasama di antara kedua belah pihak, dengan semangat untuk tetap memelihara hubungan baik kedua bangsa.

Perihal penanganan terhadap 7 nelayan Malaysia yang memasuki wilayah perairan Indonesia, kepada mereka telah diambil tindakan-tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setelah prosesnya selesai mereka kita kembalikan ke Malaysia, sebagaimana kelaziman yang berlaku di lingkungan ASEAN selama ini. Perlu diketahui, dalam kasus yang sama, banyak nelayan Indonesia yang diduga memasuki wilayah perairan negara sahabat, juga dikembalikan ke negeri kita.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden-insiden serupa adalah, dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia. Perundingan ini menyangkut batas wilayah darat dan batas wilayah maritim, termasuk di wilayah selat Singapura, dan perairan Sulawesi, atau perairan Ambalat.

Indonesia berpendapat bahwa perundingan menyangkut batas wilayah ini dapat kita percepat dan kita efektifkan pelaksanaannya. Semuanya ini berangkat dari niat dan tujuan yang baik, agar insiden-insiden serupa yang akan mengganggu hubungan baik kedua bangsa dapat kita cegah dan tiadakan. Saya sungguh menggaris-bawahi, sekali lagi, agar proses perundingan yang akan segera diteruskan oleh kedua pemerintah benar-benar menghasilkan capaian yang nyata.

Saudara-saudara,
Kedaulatan Negara dan keutuhan wilayah adalah kepentingan nasional yang sangat vital. Pemerintah juga sangat memahami kepentingan itu, dan terus bekerja secara sungguh-sungguh untuk menjaga dan menegakkannya. Namun demikian, tidak semua permasalahan yang muncul dalam hubungan dengan negara sahabat selalu terkait dengan kedaulatan dan keutuhan wilayah. Oleh karena itu, kita harus bisa menilai dengan tepat setiap masalah yang muncul, agar penyelesaiannyapun menjadi tepat pula.

Meskipun demikian, sekecil apapun permasalahan yang muncul dalam hubungan bilateral, akan tetap kita selesaikan demi menunjang kepentingan nasional kita. Kita harus senantiasa menjaga citra dan jatidiri kita sebagai bangsa yang bermartabat dalam menjalin hubungan internasional, tanpa kehilangan prinsip dasar politik luar negeri yang bebas dan aktif, dan yang diabdikan untuk kepentingan bangsa kita.

Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, saya juga merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Saya sungguh mengerti keprihatinan, kepedulian, bahkan emosi yang saudara-saudara rasakan. Dan apa yang dilakukan oleh pemerintah sekarang dan ke depan ini, sesungguhnya juga cerminan dari keprihatinan kita semua.

Saya juga mengajak untuk menjauhi tindakan-tindakan yang berlebihan, seperti aksi-aksi kekerasan, karena hanya akan menambah masalah yang ada. Kekerasan sering memicu terjadinya kekerasan yang lain. Harapan untuk menyelesaikan masalah ini dengan serius dan tepat, tanpa disertai aksi-aksi yang destruktif, juga saya terima dari saudara-saudara kita rakyat Indonesia yang saat ini berada di Malaysia.

Saudara-saudara sekalian,
Cara kita menangani hubungan Indonesia– Malaysia akan disimak dan diikuti oleh negara-negara sahabat di kawasan Asia, bahkan oleh dunia internasional. Selama ini sebagai Pendiri ASEAN, Indonesia sering dijadikan panutan di dalam menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di kawasan, maupun di belahan bumi yang lain. Oleh karena itu, marilah seraya kita tetap memperjuang-kan kepentingan nasional kita, karakter dan peran internasional Indonesia yang konstruktif, dan dengan semangat untuk memelihara perdamaian, terus dapat kita jaga.

Terakhir, insiden yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia baru-baru ini akan kita tuntaskan penyelesaiannya. Indonesia akan terus mendorong Malaysia untuk benar-benar menyelesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu terjadinya insiden dan ketegangan. Dengan demikian, dengan dapat dicegahnya ketegangan dan benturan-benturan yang tidak perlu, saya yakin permasalahan, hubungan baik dan kerjasama bilateral antara Indonesia–Malaysia akan berkembang lebih besar lagi.

Ke depan dalam hubungan antar bangsa yang lebih luas, kita harus terus menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah kita, dan terus membangun diri menjadi negara yang maju, sejahtera, dan bermartabat, dengan tetap menjaga hubungan baik dan kerjasama dengan negara-negara sahabat.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rujuk: http://www.kbrikualalumpur.org/web/index.php?option=com_content&view=article&id=475:pidato-presiden-ri-mengenai-dinamika-hubungan-indonesia-malaysia&catid=58

Sejarah Palestin Dan Yahudi

by Muhammad Asri on 07:47 PM, 06-May-12

al-aqsa-dan-quba1.jpgBumi dan tanah rahmat, bagi kedua-dua pihak Islam dan Yahudi, tanah yang didiami oleh Palestin dan Israel sekarang merupakan tanah yang istimewa, yang telah ditentukan oleh Allah sejak ribuan tahun lampau.

Bagi umat Islam, di tanah inilah terbinanya Masjidil Aqsa, iaitu masjid ketiga paling mulia di dunia ini, setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Bagi penganut Yahudi pula, tanah tersebut merupakan 'Tanah Yang Dijanjikan Tuhan' kepada mereka.

Di situlah nenek moyang mereka berasal (Bani Israel), dan di situlah kampung halaman mereka. Mereka percaya, di tanah itulah terletaknya Bukit Zion, dan situlah tertanamnya Temple of Solomon, iaitu kuil suci mereka.

Atas kedua-dua sebab inilah, tanah tersebut menjadi rebutan antara Muslim dan Yahudi sejak dari dahulu, hinggalah membawa kepada pertumpahan darah sekarang.

Bagaimana dengan Kristian pula? Kristian juga, menganggap tanah tersebut sebagai tanah suci. Di Temple of Nazareth, yang terletak di tanah tersebut, merupakan tempat kelahiran Nabi Isa.

Di tanah itulah Nabi Isa menyampaikan ajarannya, dan di tanah itu jugalah Nabi Isa disalib (mengikut kepercayaan kristian).

Sejarah Awal

Sebenarnya sejarah bani Israel wujud sedari zaman Nabi Ibrahim lagi. Namun, kita susuri sedari kependudukan Bani Israel itu di Mesir, sepertimana yang diutuskan Nabi Musa a.s kepada mereka.

Kita tahu melalui al-Quran, bahawa Firaun dan tenteranya mengejar Nabi Musa dan kaumnya sehingga ke Laut Merah, di mana ketika itu Nabi Musa menggunakan mukjizatnya membelah dan menyeberangi lautan tersebut.

Setelah itulah Nabi Musa dan kaumnya Bani Israel mendiami tanah Palestin tersebut.

Kita boleh baca sendiri dalam al-Quran, betapa kaum ini semakin lama semakin besar kepala, meminta yang pelbagai daripada Nabi Musa dan sebagainya.

Kita juga boleh lihat kisah Talut dan Jalut yang berlaku setelah kewafatan Nabi Musa, sebagaimana yang diceritakan dalam al-Quran melalui surah al-Baqarah.

Setelah Talut menawan kembali tanah Palestin daripada kekuasaan Jalut, tampuk pemerintahan Palestin disambung pula oleh Nabi Daud. Seterusnya disambung oleh Nabi Sulaiman, dengan bala tenteranya dan kegemilangan kerajaannya (termasuk haiwan, jin dan angin).

Palestin dimiliki oleh Bani Israel, sehinggalah lebih kurang 60 tahun sebelum kelahiran Nabi Isa.

Pada tempoh ini, kerajaan Rom menekan kependudukan Bani Israel di tanah Palestin tersebut, sehinggalah akhirnya tanah Palestin dijarah oleh tentera Rom dan kaum Bani Israel diusir keluar lalu tersebarlah kaum Bani Israel, atau dikenali sekarang sebagai Yahudi, ke serata dunia.

Sejak itu, tanah Palestin menjadi milik kerajaan Rom.

Sehinggalah setelah kelahiran Nabi Isa, seterusnya kewujudan agama Kristian.

Lebih kurang pada tahun 300 Masihi, kerajaan Rom di bawah pemerintahan Raja Constantine yang menjadikan Constantinople sebagai pusat pemerintahan, mengalami Kristianisasi.

Sejak dari tempoh tersebut, kerajaan Rom menguasai Palestin.

Kedatangan Islam


Palestin kekal di bawah milik kerajaan Rom sehinggalah kelahiran Nabi kita Muhammad s.a.w. Setelah Rasulullah berjaya menubuhkan empayar Islam, beliau wafat pada 632 Masihi.

Empayar Islam semakin berkembang dan Palestin berjaya ditawan dari kerajaan Rom pada tahun 638 Masihi. Maka sedari itulah Palestin menjadi milik Islam, sebagai tanah suci yang ketiga selepas Makkah dan Madinah.

Sepanjang tempoh tersebut, kerajaan Rom yang telah menjalani Kristianisasi mengalami pelbagai perubahan daripada sudut struktur pemerintahan.

Bangsa-bangsa asal Eropah seperti Vikings, Magyar dan sebagainya dikristiankan, dan pemerintahan dikuasai oleh golongan gereja.

Sejak dari 1000 Masihi, tentera Kristian telah melakukan pelbagai usaha menawan kembali Palestin. Pada tahun 1063, Pope Alexander II memberikan 'fatwa' mengerahkan penganut Kristian untuk berjuang mendapatkan kembali Palestin, dan barangsiapa yang berjuang diberikan status kemuliaan dan pengampunan tertinggi.

Itulah yang dikenali sebagai Perang Salib (Crusades).

Akhirnya pada tahun 1099, tentera Salib berjaya menawan Palestin, dan menguasai tanah suci tersebut selama hampir 200 tahun.

Menawan Semula

Setelah Palestin ditawan, kerajaan Islam yang sedia ada konflik dalaman pada ketika itu, semakin hilang semangat.

Keadaan berlanjutan sehinggalah lahirnya seorang pemimpin agung, yang dikenali sebagai Salahuddin Al Ayyubi.

Salahuddin Al Ayyubi, menyatukan masyarakat Arab yang ketika itu berpecah belah akibat perbezaan mazhab dan aliran, seterusnya membawa tentera Islam menyerang kembali Palestin.

Akhirnya, pada sekitar tahun 1187, ibu negara Palestin berjaya ditawan, dan pada tahun 1291 kubu terakhir tentera Salib di tanah suci tersebut berjaya dimusnahkan.

Sejak itulah tanah suci Palestin kekal di bawah pemerintahan Islam dengan aman damai.

Malahan, penduduk asal Palestin iaitu Yahudi/Bani Israel dibenarkan pulang ke kampung halaman mereka, walaupun masih ramai yang bermastautin di luar.

Kerajaan Islam berkembang meluas, hinggalah masuk ke era pemerintahan Turki Uthmaniyyah.

Zaman Turki Uthmaniyyah mengalami kejatuhan sejak dari abad ke-19 lagi.

Proses modenisasi semakin berlaku, dan kebergantungan terhadap kuasa barat semakin wujud. Krisis-krisis dan konflik dalaman melemahkan lagi kekuasaan empayar Turki Uthmaniyyah.

Khalifah pada masa tersebut hanyalah pada nama. Empayar Islam semakin lemah, di bawah kekuasaan barat seperti Britain dan Perancis.

Perang Dunia Pertama

Akhirnya, pada tahun 1914, tercetusnya Perang Dunia Pertama. Perang ini terdiri daripada dua kuasa besar; iaitu Pakatan Bertiga Britain-Perancis-Rusia menentang Pakatan Pusat iaitu Jerman dan Austria/Hungary.

Setelah perang berterusan, negara-negara lain seperti Amerika Syarikat dan Itali menyertai Pakatan Bertiga, manakala Kerajaan Turki Uthmaniyah pula menyertai Pakatan Pusat.

Berada di bawah Pakatan Pusat, kerajaan Turki Uthmaniyyah diserang hebat oleh Pakatan Bertiga Britain-Perancis-Russia. Kerajaan Islam Timur diserang dan ditawan oleh Britain.

Kerajaan Islam Barat yang menjangkau hingga ke Algeria dan Sudan manakala negara-negara utara Afrika dikuasai oleh Perancis.

Kerajaan Islam juga diserang dari utara oleh Rusia, menyaksikan Rusia menawan kawasan utara kerajaan Islam.

Perlu diberi perhatian bahawa pada ketika ini, masih belum wujud negara bangsa dan kerajaan Islam disatukan di bawah satu pemerintahan khalifah, manakala setiap kawasan pula ditadbir oleh gabenor masing-masing.

Perpecahan Negara Arab

Pada ketika tempoh inilah, kerajaan Turki Uthmaniyyah mengalami konflik yang semakin hebat. Britain melalui perisiknya yang dikenali sebagai Lawrence of Arabia, menyuburkan semangat nasionalisme di negara-negara Arab.

Pejuang kebangsaan/nasionalisme Arab pula menyerang kerajaan Turki Uthmaniyyah.

Pemerintah Arab ketika itu, Emir Faisal I, berpaling tadah dan memihak kepada Britain.

Sejak itulah kerajaan Arab menjadi tali barut Britain. Pada tahun 1915, Britain mula menduduki kawasan Iraq. Akhirnya pada 1917, Britain menduduki semula kawasan Palestin.

Tentera Britain, diketuai General Allenby, memasuki Palestin pada 9 Disember 1917 lalu memberi ucapan, "Hari ini, Perang Salib sudah berakhir".

Pada 1917, Britain mengisytiharkan Deklarasi Balfour, iaitu perjanjian antara kerajaan Britain dengan ketua persatuan Yahudi Britain ketika itu, yang mana antaranya menjanjikan tanah Palestin kepada Yahudi.

Penempatan Yahudi di Palestin meningkat, dari 50,000 penduduk sebelum itu kepada mencecah setengah juta penduduk, manakala penduduk Islam Palestin ketika itu hampir mencecah 1.4 juta.

Wakil daripada Yahudi ketika Deklarasi tersebut merupakan seorang Yahudi bernama Chaim Weizzmann.

Weizzman juga merupakan seorang saintis, malahan saintis pertama yang menghasilkan bahan kimia acetone, seterusnya acetone digunakan sebagai cordite, iaitu sejenis bahan letupan yang menyumbang besar kepada kejayaan Britain dalam perang tersebut.

Weizzman mendesak Setiausaha Luar Britain ketika itu, Arthur Balfour, supaya diadakan Deklarasi tersebut.

Dek terhutang budi ke atas sumbangan Weizzman, kerajaan Britain bersetuju.

Pada mulanya, Britain menawarkan tanah di Uganda kepada Weizmann, namun Weizmann menolak dan mahukan Palestin. Dikatakan, Weizmann bertanya kepada Balfour:

"Encik Balfour, katakanlah saya menawarkan Paris dan London kepada encik, yang mana satukah yang encik mahukan?"

"Tetapi, kami sememangnya sudah memiliki London!"

"Betul itu, tetapi ketika London masih lagi sebuah kawasan paya, kami telahpun memiliki tanah Palestin!"

Akhirnya, British membenarkan kaum Yahudi berhijrah ke tanah Palestin.

Pada tahun 1919, Emir Faisal I ketika itu pula menandatangani perjanjian antara beliau dengan Chaim Weizzmann, menyatakan sokongan sepenuhnya beliau dan kerajaan Arab kepada Deklarasi Balfour.

Pada tahun 1919, berakhirnya Perang Dunia Pertama.

Kerajaan Islam Turki Uthmaniyyah menerima tamparan hebat setelah kehilangan kawasan-kawasannya yang luas, termasuklah Palestin.

British dan Perancis mula menjalankan kolonisasi di tanah-tanah jajahannya. Bertitik tolak daripada situ wujudlah negara bangsa, apabila sempadan-sempadan digariskan memisahkan sempadan agama.

Kejatuhan Turki Uthmaniyyah

Pada tahun 1918, tentera kolonial Britain menduduki pusat pemerintahan Turki Uthmaniyyah, iaitu Istanbul.

Pada tahun 1922, setelah tamat Perang Dunia Pertama, sebuah Persidangan Lausanne diadakan, yang antaranya mempunyai beberapa tuntutan seperti sistem khalifah ditamatkan, khalifah mestilah dibuang negeri, harta khalifah dirampas, dan kerajaan turki baru akan ditubuhkan atas dasar sekular.

Ya, persidangan tersebut menjanjikan kemerdekaan ke atas negara Turki.

Seorang ahli Parlimen Turki pernah bertanya kepada Lord Curzon, ketua perunding pihak pakatan ketika itu, "Kenapa hanya Turki dimerdekakan, sedangkan negara-negara Arab yang lain masih di bawah pemerintahan kolonial?"

Lord Curzon menjawab, "Hakikatnya Turki telah dimusnahkan dan tidak akan bangkit lagi, kerana kita telah menghancurkan kekuatannya - Khalifah dan Islam".

Dalangnya utamanya, Mustafa Kamal Attartuk. Dia mengeluarkan ugutan ke atas kabinet Turki ketika itu, lalu merombak parlimen sedia ada yang tidak bersetuju dengan persidangan tersebut.

Parlimen kedua yang ditubuhkan juga tidak bersetuju dengan persidangan tersebut.

Akhirnya, Mustafa Kamal Attartuk mengadakan konspirasi politik lalu merampas tampuk pemerintahan. 3 Mac 1924, kerajaan khalifah secara rasminya ditamatkan.

Pada pagi hari tersebut juga, khalifah terakhir, Khalifah Abdul Mejid II, diusir keluar dan dibuang negeri.

Mustafa Kamal Attartuk mengambil mengambil takhta, dan proses pengsekularan bermula.

Holocaust

Keadaan berterusan, sehinggalah naiknya seorang pemerintah Jerman ketika itu, iaitu Adolf Hitler.

Ketika tercetusnya perang dunia kedua oleh beberapa sebab, Hitler melaksanakan pelan pemusnahan kaum yang dikenali sebagai Action T4.

Pelan ini merencanakan pembunuhan Euthanasia beramai-ramai keatas golongan tertentu, majoritinya Yahudi.

Setelah tamat Perang Dunia Kedua, dianggarkan hampir seramai 6 juta Yahudi di seluruh Eropah mati dibunuh.

Setelah mengalami kerugian yang besar, Britain berundur dari Palestin dan tanah-tanah jajahannya yang lain pada 1948.

Penglibatan Amerika Syarikat

Amerika Syarikat, selaku kuasa besar dunia setelah Perang Dunia Kedua, memainkan peranan penting dalam penubuhan negara Israel.

Pada asalnya, Israel tidaklah wujud sebagai sebuah negara yang hakiki.

Setelah Holocaust yang dilakukan oleh Hitler tamat, jumlah penduduk Yahudi yang ada adalah sedikit, serta mereka hidup dalam kesusahan dan ketakutan.

Pada ketika itulah, Persatuan Yahudi Amerika mengutuskan tuntutan kepada Presiden Amerika Syarikat ketika itu, Harry Truman.

Pada November 1947, tuntutan tersebut dibawa ke persidangan Persatuan Bangsa-bangsa Bersatu (PBB) lalu pemisahan Palestin dideklarasikan.

Pada 16 May 1948, kerajaan sementara Israel ditubuhkan di Palestin, dengan sokongan dari PBB.

Presiden Harry Truman menyokong sepenuhnya penubuhan Israel, maka wujudlah penempatan Israel di tanah Palestin sehingga kini.

Presiden Israel yang pertama ialah Chaim Weizmann.

Palestin Sekarang

Sedari peristiwa Holocaust, ramai Yahudi berhijrah ke Amerika atas dasar terbuka negara tersebut terhadap mereka, serta ramai juga yang pulang ke tanah air di Israel.

Yahudi di Amerika diterima dengan tangan terbuka, bantuan dan pekerjaan diberikan kepada mereka atas dasar belas kasihan akibat Holocaust tersebut.

Dari situlah, Yahudi di Amerika berkembang dan memegang tampuk ekonomi dan pentadbiran Amerika.

Amerika, selaku kuasa besar dunia setelah Perang Dunia Kedua, memberikan sokongan tanpa putus-putus kepada negara Israel, yang didirikan di atas tanah Palestin yang dirampas secara haram.

Sehingga kini, Israel terus-terusan menyerang Palestin dalam usaha meluaskan sempadannya. Palestin pula berjihad, dalam usaha menawan kembali Masjidil Aqsa.

Sejak kerajaan khalifah Islam tumbang, tiada sesiapa lagi yang mahu menyokong Palestin.

Negara-negara Islam yang lain tunduk takut dan akur kepada Amerika.

Sampai bila keadaan ini akan berakhir? Hanya dua; sama ada Palestin akan terus dihapuskan dan Masjidil Aqsa dimusnahkan dalam usaha mereka mencari Temple of Solomon, ataupun tertegaknya kembali kerajaan khalifah Islam yang menyokong perjuangan Palestin.

Di manakah kita? Kita boleh berdiam diri tidak berbuat apa-apa, sekaligus menjadikan kesudahan yang pertama tadi sebagai realiti.

Ataupun, kita boleh berusaha melakukan sedaya upaya menyokong perjuangan Palestin, yang membawa kepada kesudahan yang kedua.

Fikir-fikirkan. 



http://www.iluvislam.com/berita/dunia/774-sejarah-palestin-a-israel.html

Berkunjung Ke Taman Tamadun Islam Di Terengganu, Malaysia.

by Muhammad Asri on 04:37 PM, 06-May-12

assakh.jpgtamn.jpgtaman-tamadun-islam-teren.jpgmasjid-krystal-2.jpg222.jpg211.jpgTaman Tamadun IslamPeta Lokasi Taman Tamadun Islam

Taman Tamadun Islam merupakan sebuah kembara interaktif monumen Islam di serata dunia. Ia memberikan pendidikan dan hiburan informatif tentang destinasi Islam dunia.

Terletak di Pulau Wan Man, Kuala Terengganu, taman seluas 23 hektar ini adalah sebahagian daripada projek untuk membangunkan Kuala Terengganu sebagai bandar tebingan sungai. Taman Tamadun Islam ini terbahagi kepada dua zon: Kompleks Taman Tamadun Islam dan Zon Awam.

Taman Tamadun Islam adalah taman tema pertama yang mengiktiraf senibina Islam. Kompleks ini menempatkan 21 replika bangunan berkaitan sejarah Islam dunia.

Tarikan utama di sini termasuk Masjid Negara (Malaysia), Dome of the Rock (Palestin), Masjidil Haram (Arab Saudi), Al-Hambra Citadel (Spain) dan Taj Mahal (India).

Terdapat juga Mimbar Kalyan (Uzbekistan), Makam Abu Nasr (Afghanistan), Mimbar Berputar Samarra (Iraq), Masjid Mohd Ali (Kaherah), Masjid Besar Qairawan (Tunisia), Masjid Besar Agadez (Nigeria), Aleppo Citadel (Syria), Masjid Kul Syarif (Russia) dan Mimbar Xian, China.

Ikon bagi Taman Tamadun Islam ialah Masjid Kristal, yang menjadi mercu tanda baru bagi Kuala Terengganu.

Masjid unik ini diperbuat dari kristal kaca dan besi yang telah dibuka secara rasminya oleh Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin pada 8 Februari 2008.

Tips
Ini adalah taman tema pertama di dunia mempamerkan keagungan kesenian kebudayaan Islam. Layari laman web: www.tti.com.my


Faktor-faktor Keruntuhan Akhlak Dalam Kalangan Remaja Dan Cara Mengatasinya

by Muhammad Asri on 05:20 PM, 07-May-11

Banyak faktor yang membawa kepada keruntuhan akhlak remaja, yang membawa kepada pelbagai gejala social dalam masyarakat. Apabila ibubapa para pendidik tidak menunaikan amanah dan tanggungjawab mendidik serta tidak tahu sebab-sebabnya dan cara mengatasinya, maka tidak syak lagi akan lahir dalam masyarakat generasi yang hilang nilai akhlaknya dan banyak kerosakan dan jenayah yang dilakukan oleh mereka.

Kepada ibubapa para pendidik , disini diketengahkan antara factor-faktor keruntuhan akhlak dan cara mengatasinya mengikut pandangan islam, untuk menjadi panduan dan petunjuk dalam pendidikan dan menunaikan tanggungjawab.

1. Kefakiran
-Seorang remaja apabila hidup dalam rumah yang tidak mempunyai sebarang kemudahan asas, makanan, minuman, pakaian dan lain-lain, maka tidak syak lagi dia akan keluar untuk mencari rezeki. Maka dia akan melakukan apa sahaja untuk mendapatkan rezeki samaada halal ataupun tidak, dan mungkin akan melakukan jenayah dan lahirkan seorang penjenayah dalam masyarakat yang membayakan nyawa, harta dan kehormatan.

Cara mengatasi mengikut islam.
-Islam dengan syariat yang adil telah meletakkan asas takaful atau jaminan penjagaan bagi membasmi kemiskinan dan kefakiran dan mengiktiraf hak kehidupan yang mulia bagi semua manusia.Islam telah menggariskan bagi masyarakat islam cara mengatasi kefakiran, seperti jaminan pekerjaan bagi setiap rakyat, pemberian bantuan kewangan bulanan bagi orang fakir oleh Baitulmal, penjagaan anak-anak yatim, janda dan orang-orang tua. Kalau semua ini dilaksana oleh pemerintah, orang-orang kaya dengan mengeluarkan zakat dan pihak berkuasa tertentu insyaallah boleh mengatasi masalah jenayah yang disebabkan kemiskinan dan kefakiran.

2. Pergaduhan ibubapa
-Seorang remaja apabila hidup dalam satu keluarga yang tidak harmoni, ibubapanya yang sering bergaduh di hadapan anak-anak. Maka mereka akan keluar mancari kedamaian dan akan bersama kawan-kawan. Jika sekiranya kawan-kawan yang jahat maka mereka juga akan terlibat dalam jenayah.

Cara mengatasi mengikut islam.
-Islam dengan asas yang penuh hikmah yang abadi, telah menggariskan kepada setiap pasangan yang akan berkahwin supaya membuat pilihan terbaik, begitu juga kepada para wali nikah supaya memilih menantu yang terbaik. Semua ini ialah untuk mewujudkan kesefahaman , kasih saying dan mahabbah antara suami isteri untuk mengelakkan berlaku pergaduhan dan pertelingkahan suami isteri.

3. Perceraian ibubapa dan kesan sampingan
-Bila berlaku perceraian antara suami isteri maka anak-anak akan menjadi mangsa. Apabila tidak ada tangan ibu yang membelai dan bapa yang menguruskan urusan nafkah maka anak-anak akan terdedah kepada kerosakkan dan jenayah. Lagi bahaya jika ibu berkahwin lain dan anak-anak biasanya akan menjauhkan diri. Begitu juga jika ibu tunggal yang miskin yang terpaksa meninggalkan rumah dan anak-anak untuk mencari rezeki dan kehidupan anak-anak akan terabai.

Cara mengatasi mengikut islam.
-Islam membenci perceraian walaupun halal, oleh itu islam telah menggariskan setiap pasangan suami isteri menunaikan tanggungjawab masing-masing untuk mengelakkan pertelingkahan yang boleh membawa kepada perceraian.

Antar tanggungjawab itu ialah;
-Ketaatan isteri kepada suami secara maaruf

-Isteri wajib menjaga harta suami dan kehormatan dirinya

-Isteri tidak boleh menolak apabila suami mahu bersama (hubungan suami isteri) dengannya.

-Suami wajib memberi nafkah kepada isteri dan anak-anak

-Suami minta nasihat dari isteri dalam urusan rumahtangga

-Suami mesti menutup mata terhadap sedikit kesalahan yang dilakukan oleh isteri dan lihatlah kebaikan yang banyak dilakukannya.

-Suami mesti bergaul dengan isteri secara maaruf.

-Suami menolong isteri membuat kerja rumah, seperti nabi s.a.w melakukannya.

Jika pergaduhan tidak dapat dielakkan juga maka suami mesti mengambil inisiatif untuk melakukan tiga perkara sebelum menceraikan isteri;

-Memberi nasihat atau minta orang lain nasihatkan isteri

-Meninggalkan tempat tidur untuk memberi pengajaran kepada isteri

-Memukul isteri untuk tujuan mendidik bukan melukakannya atau menyakitinya.

Apabila berlaku perceraian, maka wajib ke atas suami memberi mut’ah kepada isteri dan memberi nafkah selama dalam Iddah.Jika suami tidak mampu maka pihak berkuasa wajib menyara hidup anak-anak ini. Semua ini sebagai cegahan supaya anak-anak ini tidak menjadi perosak dalam masyarakat.


Sumber:http://ustazhassanbasri.blogspot.com